Kamis, 02 Mei 2019

Konten Promosi Plat Design Di Instagram

Hay.... Sahabat Iklas yang selalu dinanti ,semoga sehat selalu ...
Selamat datang dan selamat datang ...


Trik Membuat Konten Promosi Sekolah atau Kejuruan Di Instagram
Dengan Flat Design

Media sosaial pada jaman sekarang Dijadikan sebagai salah satu fungsi alat promosi yang lebih praktis dan menarik karena semua orang dapat mengakses dimanapun dan kapanpun

    Instagram menjadi salah satu alat  media sosial yang digunakan untuk berinteraksi antar orang dan memiliki banyak fungsi , salah satu fungsinya yang sering di gunakan yaitu untuk mempromosikan sebuah prodak,makanan, jasa , sekolah dan masih banyak lagi

Trik  
  • Tentukan apa yang ingin dipromosikan 
  • Cari Kelebihan dari Kejuruan/ Sekolah yang dipromosikan ,misal : Keseruannya, kemenarikan ,dan hal yang membuat orang lebih tertarik untuk masuk ke sekolah tersebut
  • Buat konten dengan aplikasi perancangan desain seperti Adobe Ilustrator, Photoshop, corel draw dan aplikasi lainnya 
  • Buat gambar Flat desain  yang berhubungan dengan keseruan di sekolah tersebut , Seperti membuat karakter , bangunan sekolah , ataupun icon icon yang berhubungan dengan sekolah
  • Tambahkan teks yang menerangkan tentang keseruan di sekolah/jurusan
  • Pilih warna yang dominan dengan warna sekolah/ jurusan 
  • Warna harus memiliki fungsi masing masing atau memiliki makna yang menarik ,lebih baik pakai warna yang lebih cerah
  • Jangan pilih warna teks yang mirip dengan warna backround
  • Sertakan Logo dari jurusan/ Sekolah
  • Tuliskan alamat media sosial sekolah/jurusan tersebut seperti : email,instagram, facebook, dan website
  • Buat kata kata yangg mengajak atau membujuk klien  
  • Intinya buat yang menarik dan membujuk klien untuk masuk ke sekolah/jurusan yang dipromosikan
Sekian ilmu yang bisa saya bagikan ,
Semoga bermanfaat kawan kawan


Minggu, 28 Januari 2018

Shalat

الصلاة عماد الدين, فمن اقامها فقد اقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين Sholat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu. Dalam sebuah pelajaran mahfudzhat, saya menyampaikan sebuah mahfudzhat yang saya ingat saat saya masih kecil dulu. Dan setelah saya pelajari kalimat tersebut senada dengan hadist nabi, hal ini saya ketahui dari pernyataan para muallif (penyusun) dalam kitab-kitab. Kalimat itu adalah ash sholaatu ‘imaadu ad diin yang berarti sholat itu adalah tiang agama. Kelanjutan dari kalimat tersebut adalah faman aqoomahaa faqod aqoomaddin waman hadaamaha faqod hadaamaddin; maka barangsiapa yang mendirikannya berarti ia telah mendirikan agama itu (Islam) dan barang siapa meninggalkannya maka ia telah merobohkan agama (Islam) itu. Sebuah bangunan, setelah adanya pondasi yang merupakan asas sebuah bangunan berdiri, kebutuhan pokok setelah pondasi adalah tiang penyangga, penyokong, soko guru, yang akan menguatkan bangunan tersebut. Apabila sebuah bangunan memiliki 5 buah pilar penyangga, maka jika salah satu dari tiang tersebut roboh maka kekuatan atau kekokohan bangunan tersebut akan berkurang. Demikian seterusnya kekokohan suatu bangunan akan terus berkurang seiring dengan hilangnya pilar-pilar penyangganya satu persatu. Demikian pula Islam, yang ibaratnya adalah sebuah bangunan dengan syahadat sebagai pondasinya, dakwah dan jihad sebagai atap pelindungnya, dan sholat yang merupakan cerminan syariat Islam sebagai pilar penyangganya. Bila kaum muslimin rajin mendirikan sholat yang 5 waktu secara berjamaah di masjid maka berarti mereka telah mengokohkan pilar-pilar Islam. Sebaliknya, apabila kaum muslimin malas, ogah-ogahan mendirikan sholat fardhu yang 5 waktu secara berjamaah di masjid, maka berarti mereka telah melemahkan Islam itu sendiri dengan ‘merobohkan’ pilar-pilarnya. Mungkin ini salah satu maksud Islam itu terhalang oleh orang Islam sendiri, Allohu a’lam. Bila kita pandang dalam lingkup yang lebih kecil, dalam diri seseorang bisa kita lihat parameter “kekuatan” Islamnya. Apakah ia rajin mendirikan sholat fardhu yang 5 waktu secara berjamaah di masjid, menambahi dengan mendirikan sholat sunnah, atau sebaliknya ia mengerjakan sholat fardhu 5 waktu namun tidak berjamaah dan hanya sholat sendirian di rumah, atau bahkan ia jarang melaksanakan sholat fardhu yang 5 waktu, atau bahkan yang paling parah ia tidak mengerjakannya sama sekali. Na’udzuu billahi min dzalik. Bahkan secara tegas dalam sebuah hadist Rasulullah disebutkan bahwa pembeda antara seorang mukmin dan kafir adalah seorang tersebut meninggalkan sholat atau tidak, yang bisa kita maknai bahwa agama Islam telah roboh dari diri seseorang tersebut bisa seorang tersebut meninggalkan sholat, terlepas dari perbedaan pendapat tentang kafir tidaknya orang tersebut. Oleh karena itu, ulama’ bersepakat bahwa hukuman seseorang yang meninggalkan sholat selama hidupnya adalah dipenggal. Sungguh amatlah berat hukuman ini tentunya sebanding dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan seseorang tersebut. Penyebutan sholat sebagai tiang Islam adalah tepat, dalam Al Quran kita akan menemukan kata-kata yang digunakan adalah aqaama – yuqiimu (mendirikan), seperti dalam (cari ayatnya!). Pemilihan kata tersebut adalah untuk menegaskan bahwa sholat memang benar-benar sebagai pilar penyokong Islam yang dalam pelaksanaannya dihukumi wajib, 5 kali dalam sehari semalam, dan dilaksanakan secara bersama-sama (berjamaah) di tempat yang tertentu yaitu masjid. Kita masih ingat kisah isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan perintah sholat secara langsung dari Allah Azza wa Jalla yang pada awalnya dibebankan 50 kali dalam sehari semalam. Tentunya ada maksud dari Allah Yang Maha Mengetahui mengenai jumlah sholat yang awalnya 50 waktu menjadi hanya 5 waktu dalam sehari semalam dalam waktu yang tertentu.

Konten Promosi Plat Design Di Instagram

Hay.... Sahabat Iklas yang selalu dinanti ,semoga sehat selalu ... Selamat datang dan selamat datang ... Trik Membuat Konten Promosi...